Sudah Tua Jiwanya

Banyak orang yang ingin pergi mengelilingi dunia

Tapi itu semua hanya keinginan

Apa boleh buat, seluruh hidupnya habis untuk memenuhi kebutuhan

Yang bahkan kurang untuk dibagi

Tapi syukur di masih biaa berbagi

Bukan hanya kepada fakir miskin harta, tapi juga kepada yang fakir miskin rasa dan akalnya

Jangan-jangan, sebenarnya dia tidak perlu keliling dunia

Dari dalam kata dan tatapannya, sudah cukup isi langit dan bumi tersentuh

Mau dikata apa, akan dibuat bagaimana

Sesusah payah apapun, kalau jiwanya sudah tua, apalagi wadahnya

Untung saja, jiwa yang sudah tua itu mahir bercengkrama

Dengan derita dan sedih, dengan duka dan fana, dengan nestapa

Published by dydy

a student at High School of Islamic Philosophy - SADRA a member of SPS, a pres institute a member of LAFAS, a research institute of Philosophy and Mysticism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: